Survei LKPI: Elektabilitas Airlangga Kalahkan Probowo, Ganjar dan Anies

Selasa, 10 Mei 2022 - 15:52 WIB
Airlangga Hartarto (Ist)

RIAUMANDIRI.CO - Hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia  (LKPI) menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto terkerek. Mayoritas responden menghindari memilih tokoh yang berpotensi menimbulkan polarisasi di masyarakat jika diusung sebagai capres, seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Direktur Eksekutive LKPI Andri Gunawan di Jakarta, Senin (9/5/2022), menyebutkan ketiga capres yang  dianggap oleh mayoritas respoden sebagai tokoh bakal capres yang bisa menimbul polarisasi di masyarakat dalam bentuk politik identitas pada saat pilres nanti.

Hal ini bisa dilihat bahwa yang memilih ketiga tokoh tersebut jika dijumlahkan hanya 29,9 persen. Tokoh yang dianggap
tidak berpontensi menciptakan polarisasi serta memebawa politik identitas di masyarakat jika pilpres digelar bisa berjumlah 55,8 persen, sedangkan yang tidak memilih sebanyak 14,3 persen.

"Sepertinya masyarakat sudah kapok dengan Pilpres 2014 dan 2019 yang menimbulkan polarisasi di masayarakat dengan mengusung politik identitas," ungkap dia.

Sementara itu elektabilitas tokoh dalam simulasi tertutup survei menempatkan Airlangga Hartarto 18,40%, Prabowo Subianto 16,80%, Ganjar Pranowo 8,20% , Andika Perkasa 6,80%, Puan Maharani 5,40%, Khofifah Indar Parawansa 5,10% dan Anies Baswedan 4,90%

Sementara itu Muldoko 4,40%, Dudung Abdurachman 3,30%, Gatot Nurmantyo 2,90%, Agus Harimurti Yudhoyono 2,90%, LaNyalla 2,30%, Muhaimin Iskandar 2,20%, Erick Thohir 2,10%, sedangkan tidak memilih memilih 14,30%

Gusur PDI-P

Dari hasil temuan survei LKPI didapati sejumlah partai politik diprediksi tidak akan lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen dalam perhelatan Pileg 2024. Hanya ada tujuh partai yang masih berada di atas ambang batas parlemen atau bisa mengirimkan kadernya untuk duduk sebagai anggota legislatif di Senayan.

Elektabilitas Golkar berada di peringkat teratas dengan nilai 17,8 persen. Posisi kedua ditempati PDI Perjuangan dengan angka 16,4 persen, diikuti Partai
Gerindra dengan 16,3 persen. Selanjutnya, posisi keempat ditempati oleh Partai
Demokrat 7,4 persen PKS  5,2 persen, dan PKB 4,3 persen, Partai Nasdem menjadi partai ketujuh yang lolos ke Senayan dengan nilai 4,2 persen.

Partai politik yang berada di bawah 4 persen adalah PAN 2,2 persen PPP 2,1 persen, Perindo 2,0 persen, PRIMA 2,0 persen, Garuda 1,4 persen ,Partai Buruh 1,3 persen, PBB 1,2 persen dan Gelora 0,6 persen , PSI 0,5 persen, Hanura 0,2 persen Ummat 0,1 persen. Responden yang tidak menjawab atau tidak tahu 14,8 persen.

Survei dilakukan secara offline dalam rentang waktu 14 hari pada 17-30 April 2022. Jumlah responden terpilih yang diteliti sebanyak 2.150 Warga Negara Indonesia berumur di atas 17 tahun , penentuan jumlah responden menggunakan metode multistage sampling dengan margin of error kurang lebih 2,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dilakukan in depth interview dengan metode face to face
di 34 provinsi terpilih sebanyak 429 kabupaten/kota.

Menanggapi hasil survei ini, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMAS membenarkan jika Prabowo Subianto dan Anies Baswedan berpotensi akan mengusung politik identitas.

"Kalau Prabowo dan Anies memang sudah terbukti memanfaatkan politik identitas agama ketika Prabowo sebagai capres dan Anies sebagai cagub DKI Jakarta,''kata pengamat politik Untag '45' Jakarta ini.

Namun Fernando meragukan soal  temuan  Ganjar Pranowo. Pada  saat Pilgub Jawa Tengah sebagai cagub dia tidak menggunakan politik identitas dan cenderung dapat diterima oleh kelompok nasionalis dan kelompok agama. (*)

Editor: Syafril Amir

Tags

Terkini

Terpopuler